Wednesday, December 18, 2013

Ratusan Anggota Aliran Sesat Ahmadiyah Masuk Islam


Jakarta – KabarNet: Selama tiga bulan terakhir, tercatat sudah ratusan anggota pengikut aliran sesat Ahmadiyah Tasikmalaya yang menyatakan diri keluar dari kelompok tersebut untuk masuk Islam.
Hal itu tentunya berkat kerja keras para ulama, baik dari ormas maupun lembaga Islam di Tasikmalaya, dalam mendakwahi para anggota kelompok aliran sesat yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad dari India yang juga diyakini oleh para pengikutnya sebagai imam Mahdi sekaligus nabi yang menerima wahyu setelah Nabi Muhammad SAW.
Pada hari Kamis (11/7/2013), 11 orang anggota aliran sesat Ahmadiyah Kutawaringin Salawu Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk Islam menyusul ratusan rekan-rekan mereka yang sudah mendahului masuk Islam pada bulan Mei dan Juni 2013 lalu. Pembacaan Syahadat dibimbing langsung oleh Ustadz Wahyudin (Koordinator FPI Tasik) dan Ustadz Dudung, pembina IMKASA (Ikatan Masyarakat Korban Aliran Sesat Ahmadiyah).
Sebelum ini, pada hari Senin (20/05/2013) lalu sebanyak 20 orang pengikut aliran sesat Ahmadiyah dari desa Tenjowaringin, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya menyatakan diri bertobat dan masuk Islam di Mesjid Agung Baiturrohman, Tasikmalaya. Kemudian Sabtu (29/6/2013) lalu, 10 anggota aliran sesat Ahmadiyah Tasikmalaya bersyahadat masuk Islam di masjid Al Fajar, Buah Batu Bandung.
Yang terbanyak adalah pada tanggal 20 Mei 2013 lalu. Dengan disaksikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, sebanyak 732 anggota aliran sesat Ahmadiyah dari Warga Kampung Cibunar, Desa Kutawaringin, Salawu Tasikmalaya berikrar masuk Agama Islam dan mengucapkan kalimat syahadat dengan niat yang benar, disamping juga berniat untuk bertaubat dan masuk ajaran Agama Islam, di Mesjid Agung Baiturrohman, Singaparna, Tasikmalaya Jabar. Namun sebanyak 4216 anggota aliran sesat Ahmadiyah lainnya dari empat Desa diantaranya Desa Tenjowaringin, Singaparna, Sukaratu dan Sukaraja masih belum bertobat dan belum masuk ajaran Agama Islam.
Menanggapi masuknya mantan anggota aliran sesat Ahmadiyah ke dalam agama Islam tersebut, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al-Khaththath mengatakan justru kaum liberal yang tidak ingin kelompok sesat tersebut kembali ke jalan Islam yang benar. Ini menjadi bukti kerja nyata ormas Islam yang terbukti membuahkan hasil, ketimbang kelompok liberal yang selalu menyalahkan ormas Islam tanpa berbuat untuk menyelamatkan akidah umat.
“Ya, kelompok liberal justru ingin mereka tetap murtad, karena mereka bekerja untuk kemauan asing memurtadkan umat Islam dan melemahkan kekuatan Islam,” ujarnya, Sabtu (13/7/2013).
Menurut Ustadz Al-Khaththath, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebenarnya yang paling bertanggungjawab atas masalah penyelamatan akidah umat ini, namun sayangnya selama ini kinerjanya dinilai belum maksimal.
“Kemenag sudah saya laporkan tentang kinerjanya yang kurang jelas dalam hal pembinaan umat, termasuk pembinaan warga Ahmadiyah agar mereka kembali ke jalan yang benar,” kata Ustadz al Khaththath.
Menurutnya seharusnya Kemenag serius dalam hal ini, mereka harus membuat gerakan penyelamatan akidah umat dengan bekerjasama dengan ormas-ormas Islam.
“Kalau Kemenag menganggarkan operasi penyelamatan akidah warga Ahmadiyah tentu itu bagus. Kemenag bisa rekrut tenaga-tenaga dari ormas sebagai relawan. Saya yakin ormas tambah semangat membantu,” ujar Ustadz Al-Khaththath.

No comments:

Post a Comment