Jakarta – KabarNet: Selama tiga bulan terakhir, tercatat sudah ratusan anggota pengikut aliran sesat Ahmadiyah Tasikmalaya yang menyatakan diri keluar dari kelompok tersebut untuk masuk Islam.
Hal itu tentunya berkat kerja
keras para ulama, baik dari ormas maupun lembaga Islam di Tasikmalaya,
dalam mendakwahi para anggota kelompok aliran sesat yang didirikan oleh
Mirza Ghulam Ahmad dari India yang juga diyakini oleh para pengikutnya
sebagai imam Mahdi sekaligus nabi yang menerima wahyu setelah Nabi
Muhammad SAW.
Pada hari Kamis
(11/7/2013), 11 orang anggota aliran sesat Ahmadiyah Kutawaringin
Salawu Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk Islam menyusul ratusan
rekan-rekan mereka yang sudah mendahului masuk Islam pada bulan Mei dan
Juni 2013 lalu. Pembacaan Syahadat dibimbing langsung oleh Ustadz
Wahyudin (Koordinator FPI Tasik) dan Ustadz Dudung, pembina IMKASA (Ikatan Masyarakat Korban Aliran Sesat Ahmadiyah).
Sebelum ini, pada hari Senin (20/05/2013)
lalu sebanyak 20 orang pengikut aliran sesat Ahmadiyah dari desa
Tenjowaringin, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya menyatakan diri bertobat
dan masuk Islam di Mesjid Agung Baiturrohman, Tasikmalaya. Kemudian
Sabtu (29/6/2013) lalu, 10 anggota aliran sesat Ahmadiyah Tasikmalaya
bersyahadat masuk Islam di masjid Al Fajar, Buah Batu Bandung.
Yang terbanyak adalah pada tanggal 20 Mei
2013 lalu. Dengan disaksikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali,
sebanyak 732 anggota aliran sesat Ahmadiyah dari Warga Kampung Cibunar,
Desa Kutawaringin, Salawu Tasikmalaya berikrar masuk Agama Islam dan
mengucapkan kalimat syahadat dengan niat yang benar, disamping juga
berniat untuk bertaubat dan masuk ajaran Agama Islam, di Mesjid Agung
Baiturrohman, Singaparna, Tasikmalaya Jabar. Namun sebanyak 4216 anggota
aliran sesat Ahmadiyah lainnya dari empat Desa diantaranya Desa
Tenjowaringin, Singaparna, Sukaratu dan Sukaraja masih belum bertobat
dan belum masuk ajaran Agama Islam.
Menanggapi masuknya mantan anggota aliran
sesat Ahmadiyah ke dalam agama Islam tersebut, Sekjen Forum Umat Islam
(FUI) KH. Muhammad Al-Khaththath mengatakan justru kaum liberal yang
tidak ingin kelompok sesat tersebut kembali ke jalan Islam yang benar.
Ini menjadi bukti kerja nyata ormas Islam yang terbukti membuahkan
hasil, ketimbang kelompok liberal yang selalu menyalahkan ormas Islam
tanpa berbuat untuk menyelamatkan akidah umat.
“Ya, kelompok liberal justru ingin mereka
tetap murtad, karena mereka bekerja untuk kemauan asing memurtadkan
umat Islam dan melemahkan kekuatan Islam,” ujarnya, Sabtu (13/7/2013).
Menurut Ustadz Al-Khaththath, Pemerintah
melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebenarnya yang paling
bertanggungjawab atas masalah penyelamatan akidah umat ini, namun
sayangnya selama ini kinerjanya dinilai belum maksimal.
“Kemenag sudah saya laporkan tentang
kinerjanya yang kurang jelas dalam hal pembinaan umat, termasuk
pembinaan warga Ahmadiyah agar mereka kembali ke jalan yang benar,” kata
Ustadz al Khaththath.
Menurutnya seharusnya Kemenag serius
dalam hal ini, mereka harus membuat gerakan penyelamatan akidah umat
dengan bekerjasama dengan ormas-ormas Islam.
“Kalau Kemenag menganggarkan operasi
penyelamatan akidah warga Ahmadiyah tentu itu bagus. Kemenag bisa rekrut
tenaga-tenaga dari ormas sebagai relawan. Saya yakin ormas tambah
semangat membantu,” ujar Ustadz Al-Khaththath.
No comments:
Post a Comment